Indonesia punya 270.820 dosen. Tapi kamu akan terkejut tentang faktanya Rata-rata Cuma 0,53 publikasi Scopus per dosen per tahun! Ini menunjukkan tantangan bagi Dosen Indonesia untuk meningkatkan publikasi Scopus.
Artinya, sebagian besar dosen belum aktif menulis di jurnal internasional. Banyak sekali potensi yang bisa digali oleh dosen agar lebih dikenal dalam lingkup jurnal Scopus, terutama untuk Dosen Indonesia di masa depan.
Sementara itu, jumlah publikasi Indonesia di Scopus MELONJAK! Ini adalah pencapaian penting bagi Dosen Indonesia di Scopus.
Dengan data sebagai berikut:
2022:97.624
2023: 136.954
2024: 144.469
Naik hampir 50% dalam 2 tahun!
Walaupun meningkat di setiap tahunnya, bagaimana dengan kualitas publikasinya itu sendiri? Pertanyaan ini menjadi semakin penting bagi Dosen Indonesia terkait dengan Scopus.
Berapa banyak yang terbit di jurnal Q1 dengan impact yang besar?
Berapa pengaruhnya dari sitasi artikel ilmiah yang terbit di jurnal bereputasi? Ini adalah pertanyaan penting untuk Dosen Indonesia tentang performa di Scopus.
Budaya riset
Budaya riset… Rata rata produktivitasnya adalah 0,53 publikasi setiap dosen per tahun, secara regional untuk saat ini Indonesia masuk di urutan 6 besar di Asia, menunjukan posisi kompetitif. Angka ini bisa kita asumsikan produktif, akan tetapi kita sering sering luput, Publikasi ini didominasi oleh sebagian kecil dosen yang berhasil dikenal di Scopus, sementara banyak dosen belum mendapat akses, insentif, atau dukungan memadai untuk meneliti.